HUMPROPUB - Anggota DPRD Kota Bogor dari daerah pemilihan Bogor Utara menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bogor Utara yang berlangsung di Aula Kebon Jati, Kamis 22 Januari 2026.
Kegiatan perencanaan pembangunan ini hadiri oleh beberapa anggota DPRD Kota Bogor, di antaranya Juhana, Mochamad Benninu Argoebie, Abdul Rosyid, H. Aziz Muslim, serta Zakiyatul Fikriyah Al-Aslamiyah.
Dalam kegiatan tersebut, anggota DPRD Kota Bogor Juhana menekankan pentingnya percepatan pembangunan wilayah, khususnya pada sektor infrastruktur yang dinilai menjadi pengungkit utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menyampaikan bahwa pembangunan Jalan R2 menjadi salah satu program strategis yang perlu mendapat perhatian serius.
Proyek jalan tersebut direncanakan menghubungkan kawasan Jalan Baru hingga Tanah Baru dan diyakini mampu memberikan dampak signifikan bagi aktivitas ekonomi masyarakat Bogor Utara.
“Jalan R2 ini sangat strategis. Akses dari Jalan Baru sampai Tanah Baru akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Juhana.
Selain pembangunan jalan, politisi yang duduk di Komisi III DPRD Kota Bogor itu juga menyoroti kebutuhan pembangunan sodetan serta akses penghubung menuju wilayah perbatasan, seperti Babakan Madang.
Menurutnya, selama ini pembangunan cenderung terfokus di pusat kota, sehingga wilayah Bogor Utara harus mendapat porsi pembangunan yang lebih merata.
“Bogor Utara memiliki potensi besar jika ditata dengan baik. Jangan sampai kawasan pinggiran justru tertinggal dari pusat kota,” tegasnya.
Lebih lanjut, Juhana mengaitkan rencana pembangunan tersebut dengan penguatan struktur organisasi perangkat daerah.
Ia menyebutkan adanya rencana peningkatan status Dinas PUPR dan Permukiman menjadi OPD Grade A yang akan berdampak pada penambahan kewenangan dan struktur organisasi.
“Ketika statusnya menjadi Grade A, tentu tanggung jawabnya lebih besar, termasuk adanya penambahan kepala bidang di PUPR,” jelasnya.
Di luar sektor infrastruktur, Juhana menuturkan bahwa bidang pendidikan dan kesehatan juga masuk dalam prioritas pembangunan di Bogor Utara.
Ia mencontohkan pembangunan SMP di wilayah Cimahpar yang saat ini sudah berjalan, serta pengembangan layanan kesehatan yang terus dijaga konsistensinya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Camat Bogor Utara terkait pengelolaan data masyarakat.
Menurutnya, ketersediaan data yang valid dan terpetakan dengan baik menjadi kunci agar program pembangunan dan bantuan sosial dapat tepat sasaran.
“Data masyarakat harus jelas, mulai dari jumlah warga kurang mampu, klasifikasinya, hingga zonasinya. Itu penting untuk menentukan arah kebijakan,” kata Juhana.
Melalui Musrenbang tersebut, ia berharap kolaborasi antara DPRD dan Pemerintah Kota Bogor semakin solid sehingga pembangunan di wilayah Bogor Utara dapat berjalan optimal dan sejajar dengan wilayah lainnya di Kota Bogor.




